Antusiasme Para Murid Mengikuti Kelas Inspirasi



Satu lagi madrasah yang dimiliki oleh Desa Gunelap yakni Madrasah Diniyah Nurul Hidayah yang berada di Dusun Gunelap Timur. MD Nurul Hidayah ini berada di dekat sumber air, sehingga menjadi pusat kegiatan anak-anak madrasah Gunelap Timur. Kegiatan madrasah ini biasanya dimulai pukul 13.00 WIB sampai 16.00 WIB, tetapi pukul 12.00 WIB mereka sudah banyak yang berdatangan.

Mahasiswa KKN 62 diberi kesempatan untuk menyapa dan dapat merangkul mereka dalam kelas inspirasi. Kelas inspirasi itu sendiri adalah program kerja KKN 62 di bidang pengajaran/pendidikan yang dikhususkan untuk anak-anak. Tujuan dari kelas inspirasi adalah memberikan pengajaran yang inspiratif sehingga menumbuhkan siswa/anak yang kreatif dan inovatif. Kegiatan ini didukung sepenuhnya dengan pihak madrasah Nurul Hidayah. Jumat (19/01) mahasiswa KKN memulai program kelas inspirasinya sesuai dengan konsep yang telah disiapkannya.

Jumlah siswa di madrasah Nurul Hidayah sekitar 80 an anak sehingga di kelas inspirasi harus dibagi menjadi tiga kelas, yakni A, B dan C dengan menggabungkan kelas 1 dan 2, 3 dan 4, 5 dan 6. Pembelajaran yang akan diajarkan, telah dikonsep sesuai tingkat kemampuan siswa. Kelas 5 dan 6 merupakan tingkat tertinggi di madrasah sehingga untuk membentuk kelas inspirasinya berupa keterampilan dan wawasan pengetahuan. Keterampilan tersebut berupa kerajinan tangan yang berbahan dasar kardus dan duplek dengan hiasan dari kulit jagung, biji jagung dan serbuk jagung. Secara berkelompok mereka sangat antusias dan mulai berfikir untuk membuat karya yang pantas. Hasil dari karya-karya mereka diantaranya adalah:



Kotak tisu adalah karya dari kelompok 1 yang terdiri 3 anggota. Mereka berinisiatif membuat kotak tisu dari kardus dengan hiasan secantik mungkin. Kotak tisu yang telah jadi mereka hias menggunakan sampul dari pelepah pohon pisang kering. Lalu mereka hias dengan serbuk jagung yang ditempel-tempel dan ditambah hiasan-hiasan tambahan dari pita serta kulit jagung. Keterampilan seperti inilah yang perlu dilatih dan dikembangkan anak.

Karya yang tak kalah kreatif pada karya mereka adalah tempat pensil. Dengan bahan dasar kardus mereka memulai mengimpretasikan sebuah karya. Bentuk tempat pensil tersebut persegi panjang dengan hiasan pita dan biji jagung.

Dua kelompok lain mengimpretasikan bahan dari duplek untuk dibuat menjadi rumah lengkap dengan lingkungan disekelilingnya. Membuat tong sampah dihias dengan puisi yang tak kalah keren. Membuat tanaman dengan daun jagung yang kering. Mereka mengimpretasikan pikiran secara kreatif. 

Keseruan dan kelucuan mereka ketika membuat prakarya menjadikan suasana kelas yang riuh akan gelak tawa dan bercandaan mereka. Prakarya yang telah selesai terkumpul tepat pukul 16.30 WIB.

0 komentar: