Proker Kelas Inspirasi KKN 62 UTM




Pendidikan merupakan salah satu kewajiban bagi siswa usia sekolah. Seperti yang digalakkan pemerintah wajib belajar 9 tahun. Maka dari itu, siapapun berhak memiliki kesempatan dan persamaan hak dalam memperoleh pendiddikan.
Atas dasar seperti itu, kami mahasiswa KKN 62 yang bertempat di Desa Gunelap mengadakan pengabdian dalam bidang pendidikan tepatnya di Madrasah Diniyah Nurul Hidayah Gunelap Timur. Pada madrasah tersebut kami tidak mengajar mata pelajaran yang menjadi kurikulum madrasah seperti pada umumnya. Tetapi kami mengajarkan mereka tentang kreativitas yang kemungkinan jarang mereka peroleh. Sehingga kami menamakan program kerja kami dengan Kelas Inspirasi.

Kami membagi anggota kelompok KKN 62 menjadi beberapa pengajar di tiga kelas. Setiap kelas akan diisi oleh 2 kakak KKN. Kakak Ujang dan Kakak Risma yang bertugas mengisi di kelas B, kelas 3 dan 4 Madrasah, akan mengajar berdasarkan tema yang dibuat. Tema untuk kelas B adalah karya seni, menulis, dan puisi. Sehingga terdapat 3 kali pertemuan bersama anak-anak Desa Gunelap. Kelas B sendiri terdiri sebanyak 22 siswa. 10 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki.

Sebelum mengawali 3 pertemuan tersebut, kami tim pengajar akan memberikan kegiatan pembukaan selama satu hari yang diisi dengan perkenalan pada tanggal 14 Januari 2018 dan bermain sambil belajar bersama. Tujuannya agar chemistry antara mahasiswa KKN dan anak-anak Desa Gunelap semakin erat dan dekat. Sehingga selama 3 pertemuan nanti dapat berkesan bagi anak-anak.

Pada hari pertama, tanggal 24 Januari 2018, kakak Ujang dan Kakak Risma memasuki kelas, mereka membawa tema pembuatan karya seni dari stik es krim. Mereka tidak membatasi kreativitas siswa dengan tembok-tembok ketentuan, sehingga anak-anak dapat mengeksplorasi ide-ide mereka sendiri. Dengan mengejutkannya, anak-anak membuat karya yang tidak terpikirkan sebelumnya oleh kakak-kakak KKN lainnya. Seperti contohnya gardu pos kamling. Karya tersebut seakan menjadi miniatur dari pos kamling di desa anak-anak. 


Yang tidak kalah menariknya adalah karya yang berupa rumah. Apa yang menarik dari karya mereka? Hanya rumah biasa? Memang hanya seperti rumah pada umumnya, terdapat dinding dan atap. Tetapi yang membuat rumah tersebut menjadi menarik dan estetik adalah karena bentuk dari jendela rumah tersebut. Jendela rumah tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga membentuk jendela yang unik yang belum terpikirkan sebelumnya. Artinya, eksplorasi kreativitas mereka tidak tertahan. 


Karya unik lain yang dibuat oleh anak-anak madrasah adalah asbak cinta dan tempat pensil. Karya-karya mereka penuh dengan warna-warni. Representasi dari kehidupan anak-anak yang masih penuh warna dan kebahagiaan.

Pada hari kedua, tanggal 25 Januari 2018, tema yang akan dibahas adalah menulis. Kakak Ujang dan Kakak Risma meminta anak-anak untuk menulis cerita pengalaman liburan, deskripsi desa Gunelap, lingkungan rumah mereka dan lain-lain. Setelah menuliskan cerita pengalaman, anak-anak diminta untuk membacakan di depan teman-teman lain. Kegiatan ini melatih anak-anak untuk percaya diri dan public speaking.

Hari ketiga, tanggal 26 Januari 2018, adalah hari terakhir tim pengajar memasuki kelas. Terutama di kelas B, kakak-kakak tim pengajar masih membawakan tema mengenai puisi. Anak-anak kembali diminta untuk berekspresi dalam menulis puisi, menjelajah kalimat-kalimat puitis mereka dengan pikiran dan perasaan, dan membacakan di depan teman-teman lain. Kakak-kakak tim pengajar memberikan inisiatif untuk membawa anak-anak keluar dari ruang kelas, mencari inspirasi bersama alam. Anak-anak antusias dalam menulis puisi di luar kelas, di alam. Setelah kembali ke dalam kelas, anak-anak diajak untuk belajar membacakan puisinya. Belajar memberanikan diri, melatih mental di depan umum, melatih ejaan dan intonasi serta mimik wajah setiap bait dan tema puisi yang dibacakan. 

Pada hari tersebut sekaligus menjadi penutup pertemuan di kelas B bersama tim pengajar, Kak Ujang dan Kak Risma. Kakak Ujang merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi yang cinta anak dan berhati Hello Kitty walaupun penampilan berambut panjang alias gondrong. Sedangkan, Kakak Risma merupakan mahasiswa Pendidikan IPA yang awalnya sedikit malu dan canggung namun akhirnya menjadi terbiasa dan menikmati proses selama pembelajaran.

Pada hari itu anak-anak diminta untuk menulis pesan dan kesan selama tim pengajar mengajar di kelas tersebut. Salah satu kesan yang disampaikan adalah anak-anak belajar untuk percaya diri dan berani berbicara maupun berpuisi di depan umum karena dorongan semangat kakak-kakak pengajar.

Apakah tujuan utama kami KKN jika bukan sebagai wadah untuk berbagi hal-hal yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan tempat tinggal secara langsung ataupun tidak. Bagaimana kita membalas kebaikan yang “Langit” kasih jikalau bukan dengan cara menebar benih-benih manfaat kepada “Bumi”, kata seorang pengajar dengan editing kalimat sendiri ^^. Sehingga sebelum perpisahan terjadi, baiknya kita selalu memberikan kegunaan sebelum kita pergi dari sini. Tinggallah bekas-bekas pelangi yang walaupun hilang akan tetap terkenang indahnya warna warni pelangi bukan noda-noda hitam yang merusak. Jadi, bukan hanya kalimat “setiap pertemuan pasti ada perpisahan” tetapi juga “setiap pertemuan pasti memberikan kebermanfaatan untuk perpisahan yang berkesan”.

0 komentar: